Indrak, Jurnalis dan Aktivis Muhammadiyah dari Jorong Batu Palano Selayo, Kini Menjabat Sebagai Komisioner KPID Sumbar 2026-202

Di hari Senin yang cerah, tepatnya pada tanggal 16 Maret 2026, sebuah momen bersejarah terjadi di Auditorium Istana Gubernur Sumatra Barat. Gubernur yang saat ini menjabat, Mahyeldi, telah melantik tujuh individu sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar untuk periode 2026-2029.
Anggota Baru KPID Sumbar
Perkenalkan tujuh anggota baru KPID Sumbar, mereka adalah Nofal Wiska, Jimmi Syah Putra Ginting, Yusrin Tri Nanda, Riki Chandra, Jonnedi, Yogi Afriandi, dan Oldsan Bayu Pradipta. Dengan latar belakang yang beragam, mereka kini akan berjuang bersama-sama dalam memajukan dunia penyiaran di Sumbar.
Mahyeldi, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota KPID baru ini. Ia berharap mereka dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan mampu menyelaraskan nilai-nilai dasar yang dimiliki oleh Sumbar.
Gubernur Sumbar tersebut juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada komisioner sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya. Menurutnya, mereka telah menjadi fondasi yang kuat bagi KPID Sumbar.
Perubahan Dunia Penyiaran
Tak bisa dipungkiri, dunia penyiaran saat ini mengalami perubahan yang sangat dinamis. Kemajuan teknologi digital telah merubah cara masyarakat dalam mengakses dan mengkonsumsi informasi. Media penyiaran konvensional dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan ini tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Mahyeldi menekankan bahwa KPID memiliki peran yang sangat strategis dalam menghadapi perubahan ini. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengawas isi siaran, tapi juga sebagai penjaga etika publik.
Beliau berharap komisioner KPID Sumbar baru dapat menjaga dan menegakkan etika publik ini. Karena menurutnya, ini merupakan peran penting yang harus dijalankan oleh KPID.
Peran Penting KPID
Selain itu, KPID juga memiliki peran sebagai pelindung kepentingan anak dan perempuan serta penggerak ekosistem penyiaran yang sehat. Dalam tengah derasnya arus informasi, masyarakat membutuhkan penyiaran yang mencerdaskan dan menyegarkan, bukan yang menyesatkan atau memecah belah.
Hari pelantikan ini sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya pada Jumat (13/3/2026), namun harus ditunda karena adanya kesalahan koordinasi antara Sekretaris Daerah Provinsi dengan Gubernur. Meski demikian, pelantikan ini tetap berlangsung dengan khidmat dan penuh harapan.
Profil Riki Chandra
Riki Chandra, yang akrab disapa Riki Salayo, adalah salah satu dari tujuh komisioner baru KPID Sumbar. Dia adalah penulis muda yang berprestasi di bidang jurnalistik Sumbar. Memulai karirnya dari media cetak, kini Riki telah berkarya di berbagai media daring baik lokal maupun nasional.
Riki lahir di Selayo, Kabupaten Solok, pada 9 Februari 1989. Menyelesaikan studi Magister di program studi Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand) tahun 2021 lalu, dan strata satu di Komunikasi Penyiaran Islam di IAIN sekarang UIN Imam Bonjol Padang tahun 2011, Riki terus mengasah intelektualnya di luar dan di dalam ruang redaksi.
Karier Riki Salayo
Riki memulai karier jurnalistiknya pada 2012 hingga 2017 di Padang Ekspres. Setelah itu, ia menjadi jurnalis di Jawapos.com untuk wilayah Sumatera Barat pada 2017-2019. Riki juga pernah menjadi Redaktur Langgam.id sejak 2019 hingga 2021 dan Suara.com sejak 2021 hingga saat ini. Selain itu, dia juga menjadi Dewan Redaksi portal berita Muhammadiyah Sumbar (Menaramu) sejak 2023 sampai sekarang.
Di bidang menulis, Riki telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya Juara 1 Piala Merak Kementerian PPA 2019, Juara 2 Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari KKP 2022, dan Juara 2 Menulis Feature Lingkungan Hari Pers Nasional 2018.
Aktivitas Organisasi Riki Salayo
Selain aktif di dunia jurnalistik, Riki juga aktif dalam berbagai organisasi. Dia pernah menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Solok periode 2018-2022, dan kini menjabat Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar periode 2023-2027. Riki juga menjadi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok periode 2023-2026.
Menunjukkan dedikasinya pada dunia media dan pengetahuan, Riki pernah mendirikan beberapa media online sejak tahun 2017. Dia juga sering menjadi pemateri jurnalistik, juru lomba menulis, hingga menjadi editor buku. Melalui berbagai aktivitasnya ini, Riki berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam dunia jurnalistik kepada masyarakat.

