Puting Beliung Terjang 9 Rumah, Sebabkan Kerusakan Signifikan

Sebuah putaran angin kencang dan ganas, dikenal sebagai puting beliung, menghantam Desa Pangguruan di Kecamatan Sumbul, Dairi, merusak setidaknya sembilan rumah yang membuat warganya berduka. Bencana ini terjadi begitu cepat, hanya dalam hitungan menit, mengubah pemandangan desa menjadi puing-puing dan memaksa warga untuk memulai kembali.
Puting Beliung Menghantam Desa
Informasi awal tentang kerusakan ini didapatkan melalui panggilan telepon dari seorang warga setempat, Osben Sinaga, pada hari Kamis (19/3/2026). Ia mengungkapkan bahwa puting beliung telah merobohkan sembilan rumah di Dusun 1 dan 2 Desa Pangguruan.
“Kami telah memeriksa dan memastikan bahwa sembilan rumah mengalami kerusakan signifikan akibat puting beliung yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Osben, yang saat itu sedang melakukan pengecekan situasi di lapangan. “Atap-atap rumah berterbangan dan kami sedang mengumpulkan data lebih lanjut. Kami berdoa agar tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah lain yang terkena dampak.”
Daftar Rumah yang Rusak
Osben juga menyebutkan beberapa nama pemilik rumah yang terkena dampak. Di Dusun I Huta Sinaga Tiaman Banjar Nahor, ada rumah milik Wastina Sinaga, Dikson Situmorang, dan Esko Situmorang yang rusak.
Rusak di Dusun II
Sementara itu, di Dusun II, rumah-rumah yang rusak adalah milik Yaso Daci, Budi Utomo, Tanjung Nababan, Juprianto Ginting, dan Septa S Depari.
Respons dari BPBD Dairi
Roy Tumanggor, Sekretaris BPBD Dairi, mengatakan bahwa ia telah menerima informasi tentang bencana ini dan saat ini pihaknya sedang melakukan konfirmasi ke pemerintah desa setempat melalui Satgas BPBD.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua tentang betapa pentingnya persiapan dan antisipasi dalam menghadapi bencana alam. Selain itu, kerjasama dan solidaritas antar warga juga menjadi kunci penting dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali.
